Sejarah Sekolah

SMP Negeri 11 Denpasar berada di Pulau Serangan, Wilayah Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Lingkungan Kota Denpasar, Provinsi Bali. Pada awalnya daerah ini geografisnya terpisahkan oleh laut dari Ibu Kota Denpasar. Hal ini berdampak pada kehidupan masyarakatnya dalam perkembangannya terasa sangat tertinggal dari kelurahan-kelurahan lainnya di kota Denpasar. Karena itu para pemangku-pemangku adat serta pemangku pemerintahan Desa waktu itu berkeinginan memperbaiki pola serta pengetahuan masyarakatnya untuk lebih maju. Termasuk maju dalam bidang pendidikan, pada saat itu akses ke dan dari pulau Serangan cukup sulit. Satu-satunya transportasi andalan pada waktu itu adalah perahu (Jukung/Sampan), dan jalan kaki pada saat air laut dalam kondisi surut. Karena dengan kondisi seperti ini juga berdampak pada perkembangan proses pendidikan putra-putri mereka, para orang tua sangat sulit memantaunya karena pusat-pusat pendidikan lanjutan tidak ada, dan oleh masyarakat saat itu dipandang sangat jauh. Karena itulah muncul gagasa-gagasan untuk memohon kepada pemerintah supaya di daerahnya didirikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), atau SMP sekarang.

Keinginan tersebut disambut baik oleh pemerintah pada waktu itu, dan disepakatilah untuk mendirikan SLTP Negeri 11, dengan Surat Keputusan ditanda tangani oleh Walikota Denpasar waktu itu (Bp. A. A Puspayoga) dengan surat keputusan No : 351 Tahun 2003 tentang “Berdirinya Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negeri 11 Denpasar, Di Kelurahan Serangan Kecamatan Denpasar Selatan tertanggal 16 Desember 2003.

Tahun pertama siswa yang diterima sebanyak 74 orang siswa. Saat itu hampir 75% siswa lokal dari Serangan, sisanya dari luar Serangan, menyebar dari Sesetan, Sidakarya, Sanur, Pedungan, Suwung Kauh. Ruang belajar pada waktu itu bergabung satu halaman dengan SDN 3 Serangan. Dengan memanfaatkan hanya 3 lokasi; 2 ruang belajar 1 kelas dipakai ruang TU, ruang guru dan lain-lain. Tenaga guru dan pegawai ada, sementara untuk melaksanakan PBM memanfatkan tenaga SMP PGRI 7 Denpasar. Termasuk kepala sekolahnya Drs. I Wayan Ginastra masih berkedudukan sebagai kepala SMP PGRI 7 Denpasar di Serangan. Pada saat itu terdapat 3 sekolah yang berlokasi di tempat itu antara lain: (1) SD No. 3 Serangan, (2) SMP PGRI 7 Denpasar kelas II dan III, (3) SMPN Denpasar 11 kelas I.

Pada tahun kedua siswa bertambah menjadi 174 orang, siswa tamatan SD di luar Serangan mulai masuk ke sekolah ini, siswa dari luar dengan siswa lokal Serangan semakin berimbang. Satu persatu guru dan pegawai PNS ditempatkan oleh dinas pendidikan kota Denpasar. Di sekolah ini sampai akhir tahun kedua ruangan ditempati pagi dan siang karena SD masih menggunakan ruang kelas ini. Penataan sekolah bertahap dilaksanakan sesuai dengan kemampuan sekolah, namun prioritas adalah PBM dapat berjalan baik. Dan untuk sementara waktu tempat belajarnya tetap di SD Serangan menunggu sampai selesai dibangunnya gedung baru untuk SLTP Negeri 11 Denpasar. Yang masih proses dalam  pemikiran; tempat/lahan tempat dibangunnya gedung baru tersebut. Dari pemerintahan yang hadir dalam pembicaraan-pembicaraan itu Bapak Kasubdin. Pendidikan Dasar Kota Denpasar (Bapak Arjana), dari pihak kelurahan Bapak I Wayan Dartha (Lurah Serangan waktu itu), Bapak Wayan Astawa (Bendesa Serangan) dari pihak masyarakat Serangan, serta beberapa guru/pegawai; SDN 3 Serangan, Guru SMP PGRI di Serangan waktu itu, dan pegawai kelurahan Serangan.

Penentuan tempat dibangunnya gedung baru SLTP Negeri 11 Denpasar juga mengalami titik buntu, bahkan sampai terancam dipindahkannya lokasi sekolah tersebut keluar dari pulau Serangan. Terpaan, cobaan, kepentingan, harapan, bercampur membuat situasi tambah alot. Syukurlah takdir berkata lain. Kegigihan, harapan, serta niat suci tertanam di pulau ini, seperti diuraikan dalam karya sastra sejarah “Serangan, Sira Angen, Cakya” yang bermakna dipikirkan, terpikirkan, dekat dengan Hyang Kuasa. Maka munculah sebuah kesepakatan pemerintah dan masyarakat dengan segala pertimbangannya, memindahkan SDN 3 Serangan untuk digabung di sekolah di dekat kantor kelurahan. Dan akhirnya ditetapkanlah SLTP Negeri 11 Denpasar bertempat dibekas SDN 3 Serangan.

Seiring dengan perkembangan serta tuntutan zaman SLTP Negeri 11 Denpasar terus berbenah, gedung-gedung baru, fasilitas pendukung proses belajar mengajar pada berdatangan. Masyarakat, pemerintah bahu-membahu dalam proses peningkatan mutu sekolah yang dipandang masih baru lahir pada waktu itu. Dan sampai kini bisa dilihat usaha pembenahan itu, SLTP Negeri 11 Denpasar kini dikenal dengan nama “SMP Negeri 11 Denpasar”.

Copy SK. Pendirian Sekolah olek wali Kota Denpasar